Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Cinta Pertama Dan Terakhir Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
« ஜ » "Gama...turun nak" teriak bunda dari ruang tamu.
"ada apa sih bun ??" teriak Gama dari dalam kamar.
"udah kamu buruan kesinii" jawab bunda.
Gama pun keluar kamar dengan malas-malasan, "kenapa sih bun ?? Gama tuh ca....." kata-kata Gama terputus ketika melihat seorang gadis cantik tengah duduk di sofa. Saat dia melihat Gama, dia melemparkan senyum yang sudah lama tak ku lihat. Seketika itu rasa cape Gama hilang. Gama tersenyum.
"Dara ??" kata Gama tak percaya saat melihat seorang yang sangat Gama sayangi. Seorang yang telah ditunggu Gama selama 3 tahun.
Cinta pertama Gama.
"hy Gama" sapa gadis itu yang ternyata bernama Dara.
"bunda tinggal dulu yaa Dara" kata bunda lalu pergi meninggalkan Gama & Dara.
Gama berlari menuju arah Dara lalu memeluknya.
"Daraaaaaa kapan lo pulang?? gue kangeeen banget sm lo" 3 tahun lalu Dara pergi ke singapura untuk berobat tapi Gama juga tak tau apa penyakitnya.
"aduh..sakit yo" rintih Dara kesakitan karena pelukan Gama yang kencang,
"eh sorry Darrr, abisnya gue kangen banget sama lo" kata Gama sambil tersenyum memandang wajah Dara.
"haha biasa aja kali yo, gue tau kalo gue tuh ngangenin" kata Dara sambil tertawa lepas.
"ih dasar .." kata Gama sambil mengacak acak rambutnya
»»»» "Keesokan Harinya" ««««
Gama mengajak Dara pergi ke taman, tempat favorit mereka dulu.
"gue gak nyangka lo akan bawa gue kesini lagi" kata Dara.
"emang kenapa?? lo gak suka gue bawa ke sini??" tanya Gama penuh curiga.
"eh bukan gitu, gue seneng kok, seneng banget malah" kata Dara sambil tersenyum manis.
'apa aku bisa terus sama kamu? apa aku bisa terus liat senyum kamu itu Dara?' batin Gama.
Gama memegang tangan Dara dan Gama bisa melihat raut wajahnya yang berubah menjadi kaget, perlahan wajahnya mulai memerah. Gama tersenyum kecil.
"3 tahun gue nunggu Dara, dan gue pengen ngomong sesuatu sama lo sebelum semua terlambat" Gama melihat raut keheranan di wajah Dara, orang yang Gama sayang.
"ngomong apaan ??" tanya Dara penasaran. Gama tersenyum lembut pada Dara dan tetap memegang erat tangan Dara.
"apa lo tau perasaan gue selama ini ke lo??
Dara menatapku tak mengerti. Gama pun melanjutkan perkataannya "gue sayang sama lo Dara, sayaaaanggg banget..apa lo gatau?? apa sikap gue selama ini belom bisa nunjukin bahwa gue sayang sama lo ??" kata Gama mengungkapkan perasaannya pada Dara. Dara semakin tak mengerti
"lo nembak gue ??" tanya Dara penuh rasa heran. Gama tersenyum untuk menjawab pertanyaannya yang berarti 'iya'
"hmm..gue pikir pikir dulu boleh ga ??" tanya Dara.
"boleh, tapi jangan lama lama ya, ntar gue keburu pergi" kata Gama.
"pergi ?? lo mau kemanaa ?? mau pindah ??" tanya Dara dengan raut wajah sedih.
"bukan... udah lo gak perlu tau. pokoknya gue tunggu jawaban dari lo" kata Gama menjelaskan.
Suasana sepi beberapa saat, suara hp Dara membuyarkan suasana sepi.
"halo ??" Dara mengangkat telfonnya "yah, ntar dulu deh maa.... ih iyadeh aku pulang sekarang" Dara menutup telfonnya.
Sambil mendesah kecil Dara berkata "huh..anterin gue pulang yo" Gama menatapnya heran.
"hoh kenapa ?? baru juga bentar" tanya Gama pada Dara.
"tapi gue disuruh pulang" kata Dara dengan wajah cemberut
"oohh... iyadeh gue anter. tapi jangan lupa sama jawaban lo ya" kata Gama mengingatkan Dara.
"siap bos" kata Dara sambil tertawa lepas.
'apa aku bisa ninggalin kamu Darrrr ?? apa aku bisa liat kamu sedih kalo aku ninggalin kamu nanti ??' batin Gama.
Gama menggandeng tangan Dara menuju mobilnya dan mengantar Dara pulang.
Gama gelisah, sudah seminggu tak ada kabar dari Dara. seminggu setelah hari dimana Gama menyatakan cinta padanya. Apa dia lupa sama Gama?? Atau dia kembali lagi ke singapura?? Lalu bagaimana dengan jawaban dari pertanyaan Gama??
Tiba tiba kepala Gama terasa pusing, darah segar menetes dari hidungnya. 'Oh Tuhan mengapa penyakitku semakin parah sajaa..' batin Gama.
Gama membuka lagi map merah pemberian dokter tadi siang. Kangker otak stadium akhir. Gama melap hidungnya dengan tangan, lalu mengambil mobilnya dan segera melaju kerumah Dara.
Setelah Gama sampai, Gama melihat ramai sekali rumahnya. Gama turun dari mobilnya dan mulai melangkah menuju halaman rumah Dara. 'kenapa semua menangis ?? ada apa ini' pikir Gama.
Saat Gama memasuki rumah Dara, betapa kagetnya Gama melihat sosok seorang yang Gama sayangi terbaring lemas tak bernyawa. Air mata Gama pun mengalir membasahi pipinya.
"Daraaaaaaaa..."tangis Gama pecah, Gama tak bisa menahan air matanya lagi. Gama terpukul, Gama tak bisa menerima kenyataan.
Dari dalam Gama melihat Kak' Yasmin, Kakak Dara keluar menghampiri Gama. Dia memberikan surat pada Gama. Segera Gama membuka surat itu, apa isi surat itu.
≈¤≈ Dear Gama ≈¤≈
"Maafin gue ya, gue harus pergi ninggalin lo. maaf selama ini gue ga cerita tentang penyakit gue ke lo, gue cuma ga pengen liat lo sedih. maaf gue ga bisa habisin saat terakhir gue sama lo, gue yakin lo bisa tanpa gue. lo mau tau ga jawaban gue?? gue mau Gam, gue juga sayang sama lo. udah lama gue nunggu lo nyatain cinta ke gue. tapi kenapa baru sekarang?? Gue sayang sama lo Gamm, tetep senyum yaa pangerankuu...(◕‿-)
≈¤≈ I love U Gama Forever ≈¤≈
"Byee ... [[*^__^ ]]"
"Tangis Gama semakin kencang, Gama berlari menuju jasad Dara yang tergeletak lemas. Gama mengguncangkan tubuh Dara, berharap Dara bangun dan memeluk Gama "Daraaa,, bangun Daraaa, bangunnn" Daraaaaa....... air mata Gama jatuh membasahi jasad Dara...
Tak lama kemudian Gama merasakan pusing yang teramat sangat, Gama merasakan hidungnya dialiri oleh darah segar. Matanya perlahan tak dapat melihat apa apa dan kemudian gelap.
Gama melihat Dara tersenyum padanya mengajak Gama menuju suatu keabadian. Gama memegang tangan Dara, Gama ikut dengan Dara menuju surga. Dara lah cinta pertama dan terakhir Gama. Cinta yg abadi.
=============TAMAT=============
Tidak ada komentar:
Posting Komentar